girl selfie

Benarkah Sering Selfie Sebabkan Penuaan Dini Pada Kulit?

Sepertinya Anda pecinta selfie kini harus mulai berhati-hati. Pasalnya, seorang beauty blogger asal Inggris, Mehreen Baig, mengklaim bahwa hobi selfienya membuahkan efek mengecewakan pada kesehatan kulit wajahnya. Kok bisa?

Pekerjaan Baig mengharuskan ia berfoto selfie hingga 50 kali dalam satu hari. Artinya, dalam satu minggu saja Baig bisa menghasilkan sekitar 350 foto dirinya untuk diunggah ke berbagai akun media sosial miliknya. Jumlah yang (mungkin) tidak biasa.

Baig mengklaim bahwa sinar biru yang dipancarkan dari layar handphone menyebabkan kerutan mulai timbul di wajahnya, pori-pori semakin besar, dan lingkar hitam muncul di bawah mata.

Untuk memastikan dugaannya, Bagi berkonsultasi pada dermatologis setempat, Simon Zokaie.

Zokaie menjelaskan tiga faktor utama dari kulit menua adalah polusi, radiasi UV matahari, dan cahaya HEV. Ketiga hal tersebut menyebabkan kulit kita memanas dan meradang, berakibat pada produksi radikal bebas yang berlebihan. Seperti yang kita tahu, radikal bebas adalah faktor utama penyebab kerusakan kulit.

Lebih lanjut, setelah melakukan serangkaian tes pada kulit Bagi, Zokaie mendukung klaim tersebut dan menyatakan bahwa kerusakan kulit wajah yang diderita selebgram ini disebabkan oleh paparan langsung terhadap sinar HEV dari layar smartphone dan laptopnya.

Apa itu sinar HEV?

HEV (High Energy Visible Light) adalah radiasi yang dihasilkan layar TV, komputer, dan handphone Anda. Pancaran berwarna biru ini dinyatakan oleh berbagai peneliti memiliki bahaya yang sama besarnya dengan radiasi UV matahari. Efek pastinya belum bisa dijelaskan, namun mereka percaya bahwa HEV dapat menyerap ke dalam kulit lebih dalam daripada sinar UV dan menyebabkan kerusakan di bawah lapisan kulit.

Akan tetapi, masih banyak yang meragukan kredibilitas penemuan Zokaie dan Baig ini.

Salah satunya Julia Tzu, founder dan direktur medis dari Wall Street Dermatology. Ia menyatakan bahwa belum adanya penelitian dan bukti medis memadai seputar topik cahaya kasat mata dan radiasi inframerah yang mengakibatkan formasi reaktif oksigen. Hal ini tidak terbatas hanya dari kamera selfie, katanya. Menurut Tzu, “Faktor terpenting yang harus diwaspadai dalam penuaan kulit adalah radiasi sinar matahari yang sebenarnya juga memainkan peran dalam kesimpulan penelitian (Zakoie).”

Tzu lebih lanjut mengungkapkan bahwa jika data yang digunakan dari penelitian tersebut benar, akan masuk akal untuk berasumsi cahaya matahari (yang jauh lebih intens) akan lebih mengkhawatirkan daripada cahaya yang dipancarkan layar handphone dan komputer. Penuaan dini yang dikeluhkan oleh para pecinta selfie, lanjutnya, dapat dengan mudah dikaitkan dengan akumulasi dari paparan langsung sinar matahari karena belum adanya bukti nyata dari klaim bahwa layar handphone adalah penyebab satu-satunya masalah kulit tersebut.

Sandra Lee, seorang dermatologis dari drpimplepopper.com, mendukung pendapat Tzu. Ia berpendapat bahwa klaim milik Blaig harus ditelaah secara kontekstual. “Radiasi UVA dan UVB menyebabkan penuaan dini dan flek-flek hitam pada kulit, juga meningkatkan risiko kanker kulit,” ujar Lee. Lebih lanjut ia menyatakan, walaupun layar gadget Anda melepaskan radiasi HEV, belum ada bukti nyata dari faktor mana yang menyebabkan masalah kulit tersebut, apakah andil dari radiasi UV saja, dari pancaran HEV, atau justru kombinasi keduanya.

Artinya, radiasi matahari memang jauh lebih bersifat merusak dibandingkan dengan sebuah handphone. Segala kerusakan yang dilaporkan disebabkan oleh layar gadget sejauh ini masih berupa dugaan dan belum didukung oleh data ilmiah resmi.

girl selfie

Walaupun begitu, ada satu benang merah yang disetujui oleh banyak pakar kecantikan kulit. Jika Anda ingin mengambil langkah pencegahan terhadap segala macam radiasi, gunakan sunscreen dengan broad spectrum setiap kali akan beraktivitas di luar ruangan. Para dermatologis juga merekomendasikan Anda untuk menggunakan produk serum antioksidan wajah yang mengandung vitamin C dan A setiap malam yang akan bertindak sebagai lapisan pelindung ekstra dari dalam kulit.

Oleh: Ajeng Quamila
Sumber: HelloSehat